Jumat, 28 November 2014

Fakta-Fakta Winner : YG Ent Artist

Kali ini pengen ngisi blog ini, hahahha setelah lama vakum :D
I dont know why, tapi sesungguhnya aku menulis dengan berbekal mood :P yeah itu memang seharusnya tidak menjadi kebiasaan tapi itulah yang terjadi .
Be Ready guys????


        Kali ini pengen bahas tentang boyband baru yaitu WINNER yang berasal dari YG entertainment (agensi tempat BIGBANG bernaung) karna kelamaan nunggu bigbang comeback jadi pindah hati dulu LOL ( BIGBANG terakhir comeback 2012, dan setelah 2014 berakhir bigbang no comeback for 3 YEAR o.O).Aku ingin memanggil mereka artis karana begitulah adanya :D, mereka bukan hanya Boy Group pada umumnya yang hanya bisa menyanyi dan menari tapi juga memproduseri albumnya sendiri, menciptakan koreografi untuk lagunya juga sendiri (koreographer: Lee seung hoon) dan juga punya keahlian sebagai model, 2 membernya punya pengalaman akting di drama dan sitcom (seung yoon, mino) dan mino punya keahlian menggambar yang bagus.  Tapi sebelum bahas profile-nya, aku mau curhat awal kenal/ngefans/ketagihan ama WINNER; sebelum kenal winner/Team A aku terlebih dulu suka ama KSY aka Kang Seung Yoon yang sebelumnnya pernah debut solo dengan genre ROCK, yeah menurutku jarang aja denger artis korea yang nyanyi rock apalagi ini dari agensi sebesar YG ent and it catch my attention for him since “Wild and Young” (KSY debut single). Jadi ketika YG ent mengumumkan survival WIN (Who Is Next) dan ada dua grup Team A dan Team B; dan KSY masuk di team A otomatis itu yang aku  perhatiin. Sejak itu back tracking info tentang KSY yang pernah jadi finalis ke 4 Superstar K2; dan Lee Seung Hoon yang juga finalis 4 besar KpopStar season 1.

Team A vs Team B
      Winner awalnya diperkenalkan di program reality-survival yang disebut Who is Next: WIN sebagai "Tim A" dan kemudian namanya berubah menjadi WINNER karena berhasil mengalahkan Team B. Setelah program survival itu WINNER membutuhkan waktu kurang lebih 10 bulan untuk debut . YG awalnya menjadwalkan WINNER akan debut di awal tahun 2014 ini setelah reality show pertama mereka WINNERTV selesai, tapi ada penundaan lagi dengan dalih Winner harus menyiapkan semua albumnya sendiri -_- (tapi ga sia-sia nunggu 10 bulan, 2014 S/S album yang impresif Cuma agak ga sreg ama Title tracknya; just comment :P) Setelah beberapa penundaan, WINNER akhirnya debut di Korea pada tanggal 12 agustus berupa digital release kemudian 15 Agustus di YG Family Concert dan debut stage pada tanggal 17 Agustus 2014 di SBS Inkigayo sementara debut Jepang mereka dijadwalkan tanggal 10 September 2014.

Track list album Winner 2014 S/S

Setelah merilis album mereka secara digital, dua MV diunggah di akun resmi Youtube dengan judul 'EMPITY' check the MV here dan "COLOR RING' check The MV here telah mendapatkan lebih dari satu juta views dalam waktu kurang dari 24 jam.

Minggu, 07 September 2014

[Notes] - masih tentang SIST & BOB

Dia memandangiku dari jauh, dia terlihat lebih gelap aku bahkan hampir tidak bisa melihatnya dari kejauhan; tetapi dia memanggilku dengan keras dan menyuruhku datang mendekat.

sist kau kemana saja?, kau selalu menghiraukan panggilanku akhir-akhir ini bahkan tak jarang selalu berpura-pura tak melihatku “ ujarnya dengan muka memelas sambil menyuruhku duduk dengan isyarat mata.

ahhh bob, bukan seperti itu” aku tertawa dengan canggung didepannya; aku memang kehilangan control diri akhir-akhir ini hingga bob pun berkata seperti itu.

lihat dirimu sist... kau seperti orang yang kehilangan arah, matamu selalu kosong” bob menatapaku tajam.

“benarkah??? Aku terlihat begitu??” Ah bob hanya kau yang menyadarinya.

“ahh kau kaget bahwa aku menyadarinya kan? Memang hanya akulah yang sadar ... kalau bukan aku lalu siapa?” Bob tersenyum seakan apa yang aku pikirkan sama dengan apa yang dia perkirakan, dan sayangnya memang begitu.

“aku hanya sedang berpikir tentang aku yang tidak bertanggung jawab” aku mengeluarkan apa yang sebenarnya kurisaukan.

bertanggung jawab? Apakah kau berbuat sesuatu yang salah? Ah aku tahu ini hanya perasaanmu yang terlalu sensitif??” Bob dengan serius menatapku, yang balik kutatap dengan lebih serius dalam diam.

kau diam dan berarti itu benar ... sudahlah jangan terlalu serius menghadapi hidup, hidup harus dijalani dengan bahagia; hanya itu” Bob menyeringai dengan tawa khasnya, “rasanya itu bukan aku”.

ah aku selalu begini bob, jika aku tak sanggup melakukannya aku malah lari; bukankah itu kekanakan? Rasanya ini memang tidak benar .. percayalah bob dulu aku tak begini” aku menyeringai dengan kakunya sambil menghela nafas yang berat.

ehm, kau memang seperti itu ... kau memang kekanakan terkadang gak percaya pada keyakinan diri sendiri dan malah lari; ya seperti itulah kamu sist tapi setiap orang memang memiliki kelemahannya masing-masing apapun itu, ya itu kelemahan kamu” bob hanya menatap langit dengan tenangnya sambil berbicara, “rasanya aku tidak pernah seperti itu”.

Aku juga menatap langit sambil menggumam “jika aku tak berada ditempat yang sama seperti sekarang, akankah semua berbeda? Ah pikiran itu selalu terlintas di benakku bob, bukankah itu konyol selama 3 tahun terakhir atau mungkin selama belasan tahun ini, itu yang selalu kupikirkan ketika aku merasa buruk”

“yah aku tentu tahu, kau selalu mengatakannya hampir setiap kita bertemu ... itu Cuma pembelaan alami pikiranmu sist, tapi aku akan mengatakannya juga entah keberapa kalinya; dimanapun kau siapapun kau menjadi, kau akan tetap menjadi kau bukankah ini tempat yang berbeda yang kau janjikan bahwa kau akan berubah dan sekarang apa yang kau katakan? Kau ingin tempat lainnya? Tak ada lagi yang lainnya” bob tetap menegakkan kepalanya ke langit seakan mungkin aku ini tak ada di sampingnya, “aku rasa aku tak pernah bisa sepertinya berbicara tanpa pernah merasa ter-provokasi, bahkan aku tak pernah aku sepenuhnya”

“inilah caranya bertahan hidup bob, kau harus jadi ikan tanpa pernah bisa hanyut ... kalau mungkin kau bisa jadi ikan salmon yang menantang arus; seperti itulah hidup yang sesungguhnya” bob kemudian menatapku dengan senyum mantapnya dengan mata besarnya.

“aku memang selalu menjadi aku bob, sebanyak atau sesering apapun aku meminta penadapatmu aku tetap berdiri diatas kakiku sendiri” aku terkekeh pada akhirnya mengakhiri sesi kali ini dengan tawa aneh.

“seperti itulah kamu sist; tak ada yang dapat menanganimu” tawa bob juga pecah pada akhirnya.

Perbincangan kami memang selalu berat, karna memang inilah kami ada untuk saling ada ketika dibutuhkan; itu tidak setiap hari bahkan kami hanya bertemu dalam dunia yang apa saja bisa terjadi kami dihidupkan hanya lewat kata-kata dan kalimat. Seperti itulah aku dan bob, kisah yang tak berujung juga tak berawal.


Senin, 25 Agustus 2014

Siapa Kau Hari Ini?

Siapa kau hari ini??

Aku bertanya ke cermin yang ada dihadapanku berulang-ulang setiap hari

Hari dimana aku merasa aku terus menjadi orang yang berbeda yang nyatanya tetap sama

Tanpa pernah punya keberanian ataupun hal baru lainnya,
Aku bertanya pada orang dihadapanku itu di pagi hari dan berulang setiap hari

“Apakah aku berbeda?? Apakah yang kulakukan hari kemarin adalah hal yang benar? Apakah ada tindakan bodoh yang harusnya tidak kulakukan??? Ahh kemarin aku melakukan hal konyol... bagaimana jika aku melakukan hal bodoh lagi hari ini?”

Pertanyaan yang seharusnya memang tak perlu

Orang dihadapanku malah menjawab dengan ketusnya

“apa yang berbeda darimu? Kau tetap orang yang seperti tahun-tahun yang kau lalui..”
Dimanapun kau berada, kau hanyalah kau

Kenapa kau harus selalu mengulang hal yang sama???

Orang dihadapanku menatap dengan jengah ke arahku seakan aku orang yang  tak tak ingin dia lihat pagi ini

Hidup adalah proses bertanya, kataku akhirnya.

Bagaimana dengan jawabannya??
Jawaban adalah hal yang dinamis dimana tidak ada pembenaran mutlak akan hal itu, dan jawaban akan tumbuh selaras dengan pemahaman kita.
Itu semua kukutip dan kusampaikan kepadamu.

Kepada cermin itu lagi aku bertanya, siapa kau hari ini?



Jumat, 18 April 2014

THE SLOW MOTION GIRLS

 Am i a slow motion girl? Yes i do ..
Kenapa orang-orang selalu berisik soal ini-itu, aku hanya tak suka jika pekerjaanku ada yang memperhatikan jadi tak akan kulakukan sekarang hingga orang-orang  menghilang

Apa kalian salah mengerti? Kalian memang salah mengerti menurutku;  karna aku hanya mengikuti aturan yang kubuat tanpa mempedulikan orang, itu sungguh aku jika kalian masih ingin menyangkal.

Apa kau mengeri?

Yah aku memang menulis hanya pada saat emosiku meluap? ... tulisan memang menjadi bahasa yang baik untuk kita selalu,

Ah aku sangat tidak menyukai orang yang mendikteku, tidak menyukai
Aku mengetahui alasannnya, aku tau tapi apa harus seperti caranya?

Karena aku tidak bisa mendengarkan dengan baik? Memang ...

Aku mungkin dilahirkan untuk menguji kesabaran ... \-_-/
Ah sudahlah apa hari ini harus dimulai dengan ini.

Aku hanya ingin tidur dengan hati tenang dan pikiran yang kosong tentu saja.

Jangan terlalu banyak mengeluh hanya dengan kata-kata, kata orang kau hanya bisa bicara omong kosong di belakang

Itu memang aku, yang berbicara omong kosong dibelakang. Silahkan berbicara tentang itu; lama-lama aku sepertinya akan muak dan mulai menjauh dari kegiatan sosial lagi

Itu seolah-olah menjadi kebiasaan disaat zero-ku yang dengan sendirinya menghampiriku

Tunggulah sampai itu semua menghilang dan aku mendapatkan asaku.

Kau kira siapa yang menunggumu? Tidak ada.


Kamis, 10 April 2014

Boyband and Girlband ???? arah musik Indonesia saat ini

comeback dengan beberapa bahasan yang menggelitik selama ini, it my think, how about you?. this is about :

Redupnya aktifitas Boyband dan Girlband Di Indonesia

Sebagian dari kita mungkin masih mengingat bahwa tahun 2009-2010 adalah bagian dari fenomena band pop-melayu, saat itu hampir semua program musik televisi berlomba-lomba dengan menampilkan banyak band-band pop melayu. Memang musik pop melayu dirasakan cocok untuk para pendengar Indonesia karna kebudayan yang erat kaitannya dengan bangsa melayu khususnya daerah Sumatera dan Jawa Barat. Kehadiran Kangen band, Wali, ST12, Hijau Daun, dll. Yang menuai kesuksesan lalu menjadi trend setter dan otomatis menjadi salah satu acuan di blantika musik Indonesia sepanjang tahun 2009-2010, jika jenis musik ini bertahan dan para pengekornya dapat bertahan lama itu jadi sebuah hal yang patut di syukuri, tetapi para pengekornya kemudian tenggelam setelah masyarakat mengalami perubahan selera musik.


Pada akhir tahun 2011 dan awal tahun ini fenomena blantika musik tanah air kembali berubah. Kali ini fenomena yang terjadi adalah imbas dari korean-pop negeri ginseng korea selatan atau yang lebih sering kita kenal Korean Wave / hallyu wave yang mewabah hampir di seluruh dunia. Ternyata tidak hanya wabah musik K-pop yang menjamur tapi boyband dan girlband pun ikut menjamur  bisa dikatakan seperti budaya latah (mengikuti selera pasar / trend masyarakat-red) Sebagai imbas dari korean wave tersebut; blantika musik indonesia kemudian dihiasi oleh para boyband dan girlband dadakan beberapa waktu  belakangan ini, dengan kualitas yang bisa dibilang standar (suara seadanya dan mengandalkan dance energik) dan dengan mengandalkan gaya korean style yang mereka tampilkan. Program musik pun beramai-ramai menampilkan mereka; bahkan ajang pencarian bakat pun dilakukan untuk menemukan boyband dan girlband pilihan masyarakat.

Memasuki tahun 2013 pamor para boyband dan girlband indonesia mulai meredup seiring dengan berubahnya selera musik masyarakat, untuk boyband dan girlband yang aji mumpung (memanfaatkan moment trend musik -red) mungkin tidak akan bisa bertahan hanya beberapa dari boyband dan girlband yang masih bisa mempertahankan eksistensinya dan masih bisa kita saksikan di layar kaca. Sayangnya Pemanfaatan moment ini tidak disertai dengan kemampuan yang mumpuni dari anggota-anggota boyband dan girlband tersebut sehingga hasil yang ditampilkan pun tidak maksimal seperti yang diharapkan masyarakat dan membuat mereka tidak bisa bertahan lama di kancah musik tanah air.

Hal ini memang biasa terjadi di Indonesia, dunia musik sangat dipengaruhi oleh selera masyarakat dan para pelaku dunia hiburan dan tarik suara tak ketinggalan memanfaatkan moment tersebut. Budaya latah dalam dunia hiburan dan musik ditandai dengan selera pasar / masyarakat yang berubah-ubah dan kebanyakan dari para pelaku musik Indonesia cenderung mengikuti selera pasar tersebut sehingga tidak memungkinkan-nya untuk berkembang bebas. Hal itu menyebabkan pangsa pasar musik kita tidak stabil dan terus berubah-ubah sesuai trend masyarakat saat ini. Kita sebagai generasi muda indonesia mempunyai tugas untuk menunjukkan bahwa Indonesia juga mempunyai bidaya musik kuat yang nantinya akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Semoga anak Indonesia bisa menciptakan musik yang berkualitas, dan tidak hanya menjadi fenomena sesaat dan budaya latah saja. Musik anak Indonesia seharusnya dapat menampilkan karakternya sendiri dan tidak terikat pada selera pasar yang berubah-ubah; tetapi untuk meramaikan blantika tanah air dengan jenis musik yang beragam itu tidak masalah, asal anak Indonesia dapat mempertanggung jawabkannya dengan baik. Maju terus musik Indonesia!!! Indonesia Bisa!


Kamis, 27 Februari 2014

Edisi liburan – mr logis



“ini sudah februari !!!! dan lusa bulan sudah berganti, apa yang sedang kau lakukan ???” aku bertanya kepada kertas kosong dihadapanku.

 “ah kau ini banyak sekali bicara tanpa tindakan” ujar suatu suara yang muncul tiba-tiba, “kau hanya perlu bergerak!!! Yaps bergerak … ayo bangun dari tempat tidurmu matikan televisi dan mulai membuka buku, menulislah ! jika itu yang memang ingin kau lakukan … jika tidak lakukan sesuatu yang membuat tubuhmu bergerak” lanjutnya dengan kalimat bertubi-tubi.

 “mudah memang jika berbicara” ujarku dengan malas sambil menutup mata.

 “ini soal tekad !” kata suara itu dengan lantangnya; “jika kamu tidak bertekad sampai akhir pun tak ada yang bisa kamu lakukan hanya membual yang kamu bisa lakukan tanpa perlu bergerak. Lihat !!! apa yang terjadi sekarang? Bahkan tak ada satupun hal yang terjadi … so pathetic”

“Kau juga hanya berbicara !!!” aku membalasnya dengan suara yang tak kalah lantangnya. “Kau hanya mendikteku tanpa pernah menunjukkan contoh yang benar, kau tau? Aku ketakutan tanpa arah jika taka da petunjuk yang nyata “ aku berseloroh dengan nasehat yang dia berikan.

Dia seakan menatap mataku sambil berkata “ bagaimana aku akan melakukannya? Bahkan aku hanya ada jika kau mau … ini bukan hal yang mudah, you know its own what I mean !!”

“Aku tau bahwa pikiranmu sangat logis, tapi apakah kau tak merasa bahwa aku mungkin harus melakukan sesuatu yang kecil terlebih dahulu? Yah sebelum aku melakukan hal lainnya??? Aku hanya takut … “ aku bahkan berhenti mengetik dan membuatnya menjadi titik .

Kau hanya pengecut, dari sisi manapun kau bahkan tak bisa berdiri tanpa orang lain tapi berlagak mandiri dengan wajah pilu; itu lebih menyedihkan untukku, tidakkah kau sadar? Tidakkah kau ingin menangis? Tidakkah kau ingin membuang hidupmu?” aku menatapnya dengan tatapan heran, apakah aku yang mebuatnya berkata seperti itu?

“rasanya bahkan batinku mati, hanya kau mmembuatku sadar untuk hidup dengan logika tentu saja kau disini berperan sebagai mr logis dan itu tugasmu; membuang hidupku? Aku sudah melakukannya … tidakkah menyadari saat aku berkata batinku sudah mati” aku berceloteh dengan senyum sinis tanpa ekspresi;

“jika tak ada yang ingin kau lakukan dengan tekadmu itu, coba mengingat apa yang kau inginkan dulu, mengingat bahwa semangat mu ingin berbagi dengan tulisan sangat tak terbendung … ingat? Aku bahkan takjub kau bisa melakukannya, kau dulu bahkan hanya bisa membaca novel fiksi serta komik-komik yang kau pinjam … tidakkah kau ingin melanjutkannya? Jangan hanya membuang waktumu dengan berbicara denganku; percayalah aku akan ada saat kau membutuhkan hal yang logis karna itulah tugasku dalam pikiranmu” dia seakan ingin mengatakan bahwa aku harus benar-benar sendiri tanpa kelogisan, aku bisa gila tanpa berpikir logis; itu yang kupikir.

“ kau hanya perlu percaya pada dirimu dan bertekadlah. “ dan dia meninggalkan kertas kosong dengan titik yang aku buat.


Titik jeda sudah dibuat, dan saatnya melakukan sesuatu;


Sabtu, 18 Januari 2014

~ PANDORA, PANDORA LAGI-LAGI~

                         

Kau melihat apa?

Langit yang sama dengan aku kah? Langit seperti ini?

Seperti apa dimatamu? Langit cerah dengan rimbun pepohonan atau langit yang tenang dengan hembusan sepoi angin? … bagiku langit mendung dengan gerimis yang rincak.

Ahh aku terlalu banyak bicara, maaf.

Langit itu layaknya kotak Pandora, bukan hanya langit sepertinya alam bagiku kotak Pandora; tak masuk akal tak bisa ditebak seperti manusia, juga.

Manusia .. hummm, aku juga manusia.

Aku meracau lagi, maaf lagi.

Alam yang tenang tapi siapa yang tahu bahwa  mungkin besok akan banjir. Mungkin besok akan gempa.

Sinar yang menyinari jendela kita setiap hari tapi kita tak pernah akan tau seberapa menyilaukannya.

Dan juga Hujan yang  turun tapi kita tak tahu sampai kapan akan turun mungkin seharian; seperti hari ini

Manusia yang bernafas, siapa yang akan tahu ....

Ah itu mengerikan, hentikan !! maaf lagi; aku mengacau.

Hei kamu, dengarkan !!! aku sedang berbicara !! ah bukan; maksudku … attention please.

Kamu siapa? Aku hanya manusia. Bisakah kita berbagi kebahagiaan? Atau kesedihan?Tidak bisa, itu hanya dilakukan oleh sekelompok orang; bukan aku yang berbicara hanya mengutip.

Seperti matahari yang akan terbenam kemudian terbit esoknya, maka waktu yang berlalu bagai kilat; dan datang dengan kotak Pandora lainnya, tak terduga tapi terjadi dan rumit juga asyik.

Bagaimana? Apakah kisahmu juga kotak Pandora? Atau hanya aku?

Siapa aku yang layak bertanya pada manusia? Aku hanya tokoh yang ditulis bahkan tidak bernafas dengan sendirinya hanya dihidupkan dalam cerita tentang kotak Pandora oleh seorang manusia lainnya. Rumit lagi, racau kembali, maaf sekali lagi.

Cukup disini, kotak Pandora akan selesai disini tapi tidak hari ini; aku hadir di setiap waktu yang berlalu di setiap ketidak tahuan yang kau bayangkan. Sebuah kejutan bisa baik juga buruk, tergantung.


SELESAI

Sabtu, 04 Januari 2014

[ Sist and Bob ] New Year with old taste

“Bob, bagaimana kau mengakhiri tahun ini?  Aku mengakhirinya dengan kacau balau rasanya. “ sist berceloteh ketika kembang api bertebaran di langit nan gelap, menatap dengan tatapan kosongnya yang lebih seperti lamunan dimataku.

“Bob sepertinya semua orang salah memahamiku…  atau memang aku yang tak memahami situansinya dan terlalu bodoh untuk mengerti???? aku kebingungan, mereka mengatakan bahwa aku terlalu lemah; really? Apa aku terlihat begitu menyedihkan sampai harus dikasihani seperti itu? “ Hmmhmm …*deep sigh*

“mengapa kau beranggapan seperti itu sist? Memangnya kau cenayang yang mengetahui  segala sesuatu dengan sendirinya, huh? Pemahaman seseorang adalah karna mereka memahami apa yang terlihat dan bukan apa yang kau ingin mereka pahami; okay? ” aku menggapi cerita sist diawal perjumpaan kami setelah beberapa saat dengan candaan.

“ah bob, ini serius … what I mean, why people care about someone do for me? Not about why they care but why now? Before this war, what they mind? Just circumstances, I think.  “ sist menghela napas kembali.
“ur English so bad, aku tau yang kamu takutkan adalah rasa kasihan itu kan? Rasa tak mampu untuk menjadi manusia yang selalu kau khotbahkan …. Yeahhh, mungkin di masa lalu ada hal-hal yang tak bisa dikatakan karna bukan saatnya; siapa tau kan, tak Ada yang mengerti apa yang dipikirkan manusia sama sepertimu sist” aku mengoceh lagi untuknya.

“I know my English so bad, tapi untuk hal-hal yang bahkan aku tak bisa menulisnya dengan bahasa yang biasa aku gunakan rasanya terlalu … yeah u know,  aku tau ketakutanku pada pandangan orang tentangku berlebihan ‘bob’ tapi itulah yang terjadi; aku hanya orang yang adanya apa pada aku. Just me… mereka bahkan bukan orang yang selalu ada ketika aku jatuh dan tentunya hanya berkomentar tanpa solusi, its delusional” Dan sist bahkan mengatakan hal-hal yang tidak aku mengerti, rasanya apa yang kami bicarakan tidak berbanding lurus, yah itu memang selayaknya kami.

“sist apakah tahun baru ini kau bahkan tidak menginginkan perubahan dalam hal ini???? “ aku mengecohnya dengan pertanyaan ini, aku tau bahwa sist bahkan tidak akan bisa bangkit dari berbagai pikiran negatifnya jika aku tidak selalu menjadi pendengarnya.

“ah entahlah bob, kau tau aku seperti ini bahkan sejak kita belom dipertemukan dalam cerita ini… haha” dia tertawa seakan apa yang kukatakan adalah hal yang mustahil, ucapannya sekali lagi akan membuat orang kebingunan “sist, sist .. bahkan dia tak bisa mengontrol apa yang kautulis tapi selalu mengontrol apa yang ada didunia nyatamu, perbandingan terbalik” deep sigh.

“hei bob, kau hanya menanggapiku daritadi ceritakan tentangmu sekarang… hmm? Ada yang terjadi biasanya kau selalu menangis jika bertemu denganku” sist menyidirku tentang sikap antisosial yang seringkali kambuh padaku, rese.

“yeah sist, saat ini aku tidak ingin membahasnya; sist kau percaya pertanda? Seperti kejadian atau hal-hal yang berulang mungkin berkaitan satu dengan yang lainnya dan menandakan sesuatu? Ahhh … saat ini aku frustasi dengan pertanda-pertanda itu, sesuatu itu muncul berkali-kali dan mengindikasikanku kepada seseorang dan itu membuatku hampir mempercayai semua itu, tapi lalu aku sadar apakah ini nyata? Ahh ini hanya aku yang mengalaminya yeah hanya ilusi pikiran yang menuntunku pada pertanda-pertanda itu karna aku menginginkan  dukungan atas apa yang kurasakan; jangan bicara dulu sist, aku memang egois” aku bahkan sudah memotong pembicaraan sist sesaat sebelum dia mulai bicara “aku hanya malu dengan apa yang kurasakan, sist; kau pasti akan menertawaiku jika aku mengatakan apa yang aku rasa dan mulailah datang pertanda-pertanda itu yang aku kira sebuah kilasan bahwa feel yang aku rasakan memang benar ” aku memalingkan wajah agar sist tak melihat muka kusutku saat membicarakan hal ini, ah ini memalukan untukku.

“bob, apa yang kau rasakan yang tak bisa kau ceritakan? Hmm.. sepertinya aku tau, for someone? Yeah itu hal yang wajar dan pertanda-pertanda itu? Jangan jadi korban pertanda seperti rahmi bob; yah walaupun pertanda yang dialami rahmi berakhir happy ending tapi siapa yang tau bahwa pertandamu itu juga benar. Right?” sist tersenyum kali ini, menghangatkanku dengan kekakuan yang sempat kutebar.

“aku sudah sadar sist, tak seharusnya aku mempercayai hal itu namun benang merah didalamnya tak dapat aku sangkal and of course it’s a suddenness” menghela napas untuk sekian kalinya.

“oke bob, kau tak bisa melanjutkan semua pertanda dan benang merahmu; dan aku akan berdiri kembali untuk membuktikan bahwa aku tidak semenyedihkan yang mereka kira sehingga aku harus dikasihani” sist selalu menjadi orang yang pertama bangkit dengan mood yang baik, yah dia seorang moodBuster; selalu.


Dan kami akan melihat bersama apa yang akan terjadi esok, hari ini biarkan menjadi hari ini.