Minggu, 04 Agustus 2013

BOB ~ "Cermin besar yang Retak"


Aku mengenal sist hampir selama paruh hidupku, dia selalu bersemangat tentang semua hal, selalu mendengar apa yang kukeluhkan, dan hal-hal absurd lainnya yang bisa dia terima dengan mudah; satu sisi sist selalu membuatku tercengang dengan apa yang dia ketahui *dia seperti google berjalan =|* tapi satu sisi lain dia seperti orang dari dunia lain ‘mysterious’ tak yang tau tentang dirinya selain dirinya sendiri, itu menjengkelkan karna aku bahkan mempercayai orang yang aku tak tau apapun tentangnya; menceritakan semua masalahku yang bahkan terlalu malu untuk aku ceritakan ke orang tuaku sendiri... ccceeekkk. Tetapi, bagaimanapun aku membantahnya dengan berbagai alasan, sist sudah menjadi bagian dari diriku yang tak bisa ku abaikan begitu saja; dengan hanya tatapan pun dia akan tau jika aku sedang dalam mood yang buruk dan akan dengan mudahnya dia mendengarkan dengan baik dan selalu menjadi orang yang mendukungku apapun yang aku lakukan, dia tak pernah men-judge-ku seperti orang lain yang bahkan tak tau apapun tentangku; dan setiap aku bertanya tentangnya atau kehidupannya atau bisa dibilang perasaannya, sist selalu menolak dengan tegas maupun halus... *.*.

Ada yang berbeda hari ini, sist meninggalkan laptopnya dalam keadaan masih menyala, sepertinya dia terburu-buru ke luar dan hanya menyuruhku untuk mematikannya... aku? Ahh sist itu bodoh atau memang tak punya pikiran, jelas-jelas jika dia mempercayakanya padaku aku akan dengan senang hati juga mengorek-gorek isinya sebelum mematikannya. Oke dan aku menemukan satu file aneh yang berjudul “X-File” whoaaaa... apa itu? Sepertinya mencurigakan ... dan aku membukanya, membacanya kata per kata dengan ekspresi yang .... ehmmmmm, 

X-File – Sist Lepy’s

Manusia, manusia, dan manusia ... sebuah objek penelitian psikologis yang tak akan pernah berakhir, sebuah penelitian yang akan berbeda pada setiap kasus. Betulkan bob? Ahh jangan kaget aku tau kamu membacanya diam-diam ... tak usah mengerutkan keningmu bob J, aku tau rasa ingin tau-mu sangat tak terbendung jadi aku tak heran jika suatu saat kamu membaca file ini {kena kau Bob!!}

Unique

Different

Manusia, Sebuah kasus-ku
Bob jika kau benar-benar membacanya mungkin akan lebih baik jika aku bercerita sedikit tentang aku, aku  yang kata kamu “entah berasal dari mana, si makhluk antah berantah” *kamu selalu mengeluh dan mengatakannya jika sedang kepo -___-*

Dengan kepribadian-ku yang introvert memang aku agak susah masuk ke lingkungan sosialku pada awalnya bob, akan banyak proses yang aku hadapi sampai benar-benar bisa beradaptasi; its too hard. Aku tak tau kepribadian introvert-ku selalu muncul apalagi ketika banyak orang, rasanya aku selalu ingin sembunyi dari orang-orang; rasanya semua akan menatapku dengan tatapan aneh, atau dengan apapun yang akan mereka pikirkan, aku selalu tak bisa menerima hal itu. 

Panic disorder,
Hal itu selalu datang jika aku benar-benar terjebak di keramaian, aku akan ketakutan mungkin akan lari jika aku bisa berlari, bicaraku akan meracau sekenanya atau aku akan memegang orang lain untuk menenangkan ketakutanku. Aku sangat tak suka ditatap apalagi dengan orang yang berbeda gender, bukan karna fanatisme gender sebetulnya bob; tetapi hal ini memang terjadi padaku ... ketakutan. 

Aku mengalihkan semua hal itu kepada news, info, movie, drama, its all about entertainment ... aku akan melahap semua informasi untuk memudahkan pergaulanku *itulah mengapa aku sepertinya tau tentang segala hal bob*; karna aku tau semua orang punya kebiasaan dan taste yang berbeda dan aku melahap itu semua. Semua berita mulai dari film hollywood, bollywood, hallyu, k-drama, dorama jepang, anime, berita politik sampai olahraga, oke satu hal untuk olahraga aku memang terkadang bosan menontonnya tapi untuk beritanya tetap saja aku tonton; itu semua aku lakukan agar aku bisa diterima semua orang, terlihat konyol sepertinya tapi itulah aku. Aku tidak mencoba untuk menjadi orang lain, tapi mencoba menjadi diriku yang flexibel; somehow it works, somehow its destroyed ... ketika aku menjadi diriku yang lain yang mengetik sendirian di sebuah ruangan sempit pinggiran kota ; aku justru akan ber-transformasi menjadi orang yang selalu mengeluh betapa ia begitu introvert, betapa ia begitu payah, semua rasa rendah yang dia tulis tentang dirinya yang lain.
Itulah diriku yang lain bob, yang selalu kamu ingin ketahui ... tak ada yang menarik yang perlu kamu ketahui, just me and my silly life. Bob, jangan memicingkan mata setelah kamu membacanya, cepat matikan lepy-ku setelah kamu selesai *cepat bob !!!!*.

Ahhh ... file yang aneh, bagaimana mungkin dia tau aku akan membacanya? Apakah aku terlalu mudah ditebak? Atau memang sist sangat memahamiku? Tanpa sadar aku memicingkan mata dan mendengus kesal. Aku tak habis pikir, kenapa orang yang selalu mendukungku ternyata punya kepribadian kompleks dan seringkali mengalami panic disorder; aku bahkan tidak menyadari jika dia memegang tanganku saat keramaian dengan ketakutan yang begitu besar ... bodoh bob, kau bodoh !!! aku menggerutu sendiri dan menyadari betapa aku sangat memalukan; aku selalu bertanya tentang sist seakan aku orang paling mengerti tentangnya tanpa aku bisa mengerti keadaannya. Aku melangkah goyah meninggalkan laptop sist, rasanya aku baru menemukan fakta baru tentang diriku sendiri; cermin besar yang retak.