Kamis, 22 November 2012

nEed help? or Need help !


Seperti apa rasa frustasi itu?

Keputus asaan? Atau rasa ketidak mampuan?

Atau depresi mungkin?

Awkwd aku mungkin mengalaminya sekarang... rasanya semua hal di luar kemampuanku, di luar apa yang aku duga, aku hanya berpikir utuk lari dari air hujan dan berlindung di bawah atap tapi tak selamanya kau akan tetap kering setidaknya kalian akan tetap terkena air hujan atau mungkin akan basah kuyup.

Sekarang aku basah kuyup dan tanpa bisa berlindung mencari tempat berteduh atau atap disekitarku, itu mungkin gambaran keadaanku, memilukan, memalukan.  Bisakah aku menghilang untuk sementara waktu, sejenak dari semua aktifitas ku kali ini. Hanya ingin tidur lebih lama di pagi hari dan tidur larut di malam hari, sepertinya hal itu sekarang jadi momen sangat langka.


 Kamis selalu bisa jadi pelipur lara, “i need thurday” tapi tetap saja kaki ini melangkah ke tempat rutinitas ku sekali lagi, bahkan akhir pekanku pun terengut. Aku sepertinya salah memilih belokan di ujung jalan kemarin, tersesat tanpa pernah bisa bertanya itu menakutkan kawan, mengerikan ternyata kita ada di jalanan yang tidak kau kenal, sangat ramai dan bising tapi sebenarnya senyap dan kosong.

Jumat, 09 November 2012

[Story] Tentang 5W1H & " , "

Akhir-akhir ini apa yang terjadi?



Sudah lama tak menulis ... ada banyak hal, aku tak mengerti hanya mengikuti alir mengalir ... bukan tak ingin berbicara tapi akan lebih baik jika hanya diam. Apakah itu salah? Menurutku itu jalan terbaik, daripada semuanya bertambah buruk dan tak terkendali ... aku memang tak ada dalam arus gelombang itu hanya tetap saja arusnya akan sampai ke tepi pantai sekalipun, begitu adanya kan?. Selalu hal yang berulang setiap kali suatu hal muncul ke permukaan... adakah yang salah? Bagaimana adanya? 5W1H ... pola yang akan muncul ketika terjadi sesuatu, apakah bosan? Tidak hanya selalu bertanya apa yang harus dikatakan untuk semuanya terlihat baik dan selesai, bisakah setiap saat seperti itu ... semoga saja.



Sepertinya kita semua membutuhkan “ , “ (koma-jeda) bertanya dari hati ke hati ... we need but ... sekarang terasa menjadi hal yang mustahil, 5W1H kembali berujar. Dulu ketika semuanya tak memerlukan 5W1H everything is good, everything is right ... sekarang malah seperti menjadi duri yang tertanam, begitu sakit melihat kenangan hanya menjadi kenangan dan tak punya kekuatan akan sebuah ikatan. Berapa lamakah untuk membuat kenangan punya kekuatan sebuah ikatan ukhuwah yang erat? 10 tahun kah? Atau masih kurang?.

Aku memang orang yang selalu melihat masa lalu sebagai kiblat pikiranku, menjadikannya mazhab dalam setiap hal, menjadikanku tak pernah bisa berdiri tegak. Apalah dayaku bila memang itu menjadi passion hidupku “menghargai setiap kenangan, menerimanya dan mengenangnya”. , kekanakan bukan? Biarlah aku hanya tak ingin orang mengaturku untuk menjadi apa aku ini. selalu itu yang aku katakan, dukunglah aku untuk menjadikan kata-kata itu menjadi sebuah hal yang manis dan nyata kawan.

Maaf untuk segala hal yang tak bisa kuungkap, biarlah menjadi sebuah penggalan cerita hilang.

Bisakah kita seperti dulu ? , menangis saat akan berpisah ... sumringah ketika bertemu sapa ... masa yang indah, terkadang aku berharap bisa kembali ke masa itu. Masa semuanya tak serumit hari ini, hari dimana banyak berlari, masa itu; masa dimana semua berbagi, semua berbicara, ada sensasi ketika kau mendengar kisah seseorang.. ada kisah-kisah yang tidak akan pernah kita duga akan kita dengar.  Dalam teori sosialku aku selalu menerapkan hukum Newton III F aksi = - F reaksi ketika kita ingin didengar maka mendengarlah, aku hanya tak ingin berteriak-teriak agar orang mendengar ... membiarkan aku berbicara ketika waktunya itu cukup.

Hari ini, mari akhiri dengan tenang. Tak ada hal yang terjadi, walau berlari sangat melelahkan untuk saat ini.

Jumat, 02 November 2012

[Story] Jawaban untuk "Sista Di Ujung Siang"


Siang yang terik, udara yang menghangat tapi diselingi awan mendung jauh di barat langit ... membuatku bergegas untuk pulang. Perjalanan terasa memanjang melewati lorong-lorong kelas yang sepi walau sebenarnya tidak semua kosong hanya sepi sesekali, kami berjalan beriringan berceloteh tentang banyak hal. Sista tiba-tiba berujar aku tadi malam tiba-tiba memikirkanmu...” dengan ekspresi serius santainya.

“benarkah? So sweet ... kenapa begitu tiba-tiba? Hal yang baikkah? Atau ...” aku mencecarnya dengan berbagai statement dan mengakhirinya dengan sebuah potongan kata.
“aku kira sepertinya kau berfirasat buruk tentangku, bukan begitu sist? “ aku melanjutkan dugaanku tentang firasat yang dia dapat. “ yeah not good memang, entahlah begitu tiba-tiba ... kemarin kau terlihat sangat tidak bersemangat, terlihat sangat lelah “ dia berkelakar tentang pikirannya.
 
 Flashback~ yesterday, at canteen
“hey, how are you? Keliatannya tidak baik, banyak pikiran? Ada masalah?” sista menegurku di tengah lunch season kami.
“apakah terlihat seperti itu? Sangat jelaskah?” aku tertawa sesaat dengan pertannyaannya yang begitu tiba-tiba dan sangat mengena. “nothing special ..” ungkapku sambil tersenyum akhirnya, mengakhiri sesi tanya jawab tentangku.

“apa yang akan terjadi padaku yah? Akhir-akhir ini memang terasa berat” seperti apa ekspresiku, aku pun tak mengetahuinya.

“Seharusnya kau bisa lebih terbuka, bercerita tentang apa yang kau rasakan, jangan menyimpan masalahmu sendiri” Sista menasehatiku dengan beberapa kata aadalannya, tapi kalian tau sendiri kawan, soal yang satu ini aku paling egois dan keukeuh “its my private” teguhku dalam kalbu.

“ aku sudah katakan sist, tak ada yang perlu aku katakan ... tak ada masalah besar ... bahkan aku pun tak tau apa yang menjadi masalahku .. hahha” ujarku dengan tawa membahana.

“your mean? “ dia sekali lagi mengerutkan keningnya, tidak mengerti apa yang aku bicarakan.

“kamu ngomong bahwa aku jangan menyimpan masalahku sendiri, nah masalahnya its not a problem hanya aku saja yang terlalu mempermasalahkan beberapa perkara yang sebenarnya sepele” mimik mukaku berubah menjadi serius cederung tertekan sepertinya. “hanya bercerita tentang apa itu? Apakah begitu sulit bagimu? “ sekali lagi dia mengerutkan keningnya, tak habis pikir tentang karakter yang aku punya.

“menurutmu itu memang mudah, bagiku? Manusia tak selalu sama sist, aku memang mempunyai karakter yang payah ‘it my think’ sangat introvert kalau menyangkut masalah pribadi, hanya Tuhan dan aku yang tau tentang semua ceritaku, baik itu senang, sedih, tangis, tawa, bahagia, jatuh, bangun ... aku selalu berpikir manusia selalu bisa berpaling, manusia bisa saja tak memahami, manusia bisa saja tak mendengar apa yang kita ungkap, aku paham bagaimana rasanya ketika seseorang bercerita, kadang ada rasa amazing, haru, dan banyak hal lainnya ......aku hanya meghindari hal terburuknya” kalimat yang menggantung, aku mencuri pandang melihat air mukanya ... apakah sista akan berbalik dan memunggungiku dengan bosannya?. Entah apa yang ia pikirkan, itu kataku sist ... memang menangis tanpa suara sangat menyakitkan ... tapi lebih sakit kalau kita terlihat lemah .. terimakasih kau telah bertanya padaku itu sangat berharga, memang terlihat sepele tapi kepedulian selalu jadi antibiotik bagiku daripada terlihat tak peduli J.


- Keep smile, dont always save your problem your self - @sista