Kamis, 27 Februari 2014

Edisi liburan – mr logis



“ini sudah februari !!!! dan lusa bulan sudah berganti, apa yang sedang kau lakukan ???” aku bertanya kepada kertas kosong dihadapanku.

 “ah kau ini banyak sekali bicara tanpa tindakan” ujar suatu suara yang muncul tiba-tiba, “kau hanya perlu bergerak!!! Yaps bergerak … ayo bangun dari tempat tidurmu matikan televisi dan mulai membuka buku, menulislah ! jika itu yang memang ingin kau lakukan … jika tidak lakukan sesuatu yang membuat tubuhmu bergerak” lanjutnya dengan kalimat bertubi-tubi.

 “mudah memang jika berbicara” ujarku dengan malas sambil menutup mata.

 “ini soal tekad !” kata suara itu dengan lantangnya; “jika kamu tidak bertekad sampai akhir pun tak ada yang bisa kamu lakukan hanya membual yang kamu bisa lakukan tanpa perlu bergerak. Lihat !!! apa yang terjadi sekarang? Bahkan tak ada satupun hal yang terjadi … so pathetic”

“Kau juga hanya berbicara !!!” aku membalasnya dengan suara yang tak kalah lantangnya. “Kau hanya mendikteku tanpa pernah menunjukkan contoh yang benar, kau tau? Aku ketakutan tanpa arah jika taka da petunjuk yang nyata “ aku berseloroh dengan nasehat yang dia berikan.

Dia seakan menatap mataku sambil berkata “ bagaimana aku akan melakukannya? Bahkan aku hanya ada jika kau mau … ini bukan hal yang mudah, you know its own what I mean !!”

“Aku tau bahwa pikiranmu sangat logis, tapi apakah kau tak merasa bahwa aku mungkin harus melakukan sesuatu yang kecil terlebih dahulu? Yah sebelum aku melakukan hal lainnya??? Aku hanya takut … “ aku bahkan berhenti mengetik dan membuatnya menjadi titik .

Kau hanya pengecut, dari sisi manapun kau bahkan tak bisa berdiri tanpa orang lain tapi berlagak mandiri dengan wajah pilu; itu lebih menyedihkan untukku, tidakkah kau sadar? Tidakkah kau ingin menangis? Tidakkah kau ingin membuang hidupmu?” aku menatapnya dengan tatapan heran, apakah aku yang mebuatnya berkata seperti itu?

“rasanya bahkan batinku mati, hanya kau mmembuatku sadar untuk hidup dengan logika tentu saja kau disini berperan sebagai mr logis dan itu tugasmu; membuang hidupku? Aku sudah melakukannya … tidakkah menyadari saat aku berkata batinku sudah mati” aku berceloteh dengan senyum sinis tanpa ekspresi;

“jika tak ada yang ingin kau lakukan dengan tekadmu itu, coba mengingat apa yang kau inginkan dulu, mengingat bahwa semangat mu ingin berbagi dengan tulisan sangat tak terbendung … ingat? Aku bahkan takjub kau bisa melakukannya, kau dulu bahkan hanya bisa membaca novel fiksi serta komik-komik yang kau pinjam … tidakkah kau ingin melanjutkannya? Jangan hanya membuang waktumu dengan berbicara denganku; percayalah aku akan ada saat kau membutuhkan hal yang logis karna itulah tugasku dalam pikiranmu” dia seakan ingin mengatakan bahwa aku harus benar-benar sendiri tanpa kelogisan, aku bisa gila tanpa berpikir logis; itu yang kupikir.

“ kau hanya perlu percaya pada dirimu dan bertekadlah. “ dan dia meninggalkan kertas kosong dengan titik yang aku buat.


Titik jeda sudah dibuat, dan saatnya melakukan sesuatu;