Sabtu, 11 Agustus 2012

Tanpa nama, Tanpa cerita


Apakah dengan membalas dendam akan membuatnya  nyaman dan damai?

Apakah setelah itu terbalaskan akan menjadikannya orang yang berbeda ?

Benarkah?

Setelah yang dia lalui, apakah dunia akan menjadi tempat yang ramah bagi orang sepertinya ... ?

Yang telah mengalami masa-masa suram tapi selalu ia kenang dengan berbinar, dengan senyum mengulum... tak adil bahkan ia tidak menyadari bahwa ia dibodohi

klise

Kata seseorang ia jenius,

Orang lain berujar dia bodoh dengan lakunya, tertawa saat ia dibodohi

Semua tertawa ketika dia menangis di pojokan itu

Malam gelap baginya, dikelilingi orang-orang memuakkan yang meneriakinya dengan bombardir kata

Apakah mereka tak sadar deritanya? Takutnya?

Tangis yang mengalir itu bukan sebuah kepalsuan yang patut ditertawakan

Apakah itu kebahagiaan yang mereka kehendaki?

 Aku menertawakannya dengan mata menyala dan gemeretak gigi  ...

Teriakan itu tidak terhenti di pojok pintu ... hanya berpindah selagkah ke lorong-lorong

Orang bertanya.. jawabnya “phobia”

Itu sebuah ketakutan yang nyata jika kalian tau,

Hanya tidak mampu berkata “tidak”

kemarahan itu tertahan di lidah, dan tertuang dalam coretan kasar seseorang

sebuah nama tanpa cerita,



Tidak ada komentar:

Posting Komentar