Minggu, 19 Agustus 2012

Kamis yang galau #Notes


Dia datang kembali dengan langkah gontainya… aku tau ada sesuatu yang terjadi, dia selalu berwajah seperti itu jika punya masalah.

“ada apa lagi?” aku bertanya dengan wajah masam.

“tidak ada apa-apa, kenapa kamu mengira aku datang hanya untuk mengadu tentang masalahku?” ucapnya dengan senyum canggung.

“memangnya apa lagi kalau bukan itu, kalau bukan karna kamu yang selalu bimbang dan mendatangiku untuk mendukung setiap keputusanmu” pasti saat ini senyum sinis yang dia terima dariku …

“tidak seperti itu, aku hanya datang untuk bercerita memang sedikit banyak menyangkut kehidupan aku … tapi kalau bukan kepadamu aku bisa bercerita ke siapa? Kamu tau sendiri kan … aku hanya bisa berbicara tentang ini just only with u, “ kepalanya semakin menunduk dengan lesunya.

“kamu mulai lagi mengoceh tentang itu, aku tau bahwa kamu selalu menyimpan semua ceritamu sendiri, selalu menjaga jarak kalau tentang pribadimu… aku tau itu. daripada kamu tertekan sendiri, ayo ceritakanlah apa yang membuat kamu pusing dan bingung..” Siapapun yang melihat ekspresinya saat ini pasti setuju denganku bahwa dia perlu pertolongan… hmmm, akhirnya aku mengiyakan permintaannya untuk jadi pendengar setia.

“ besok aku kembali diminta datang, apakah aku harus datang? Tapi aku takut… sepertinya aku akan sendiri, nanti bagaimana kalau aku Cuma jadi kambing conge…. haduhhhhhh….. itu yang paling aku takutin …tapi kalau tidak aku akan merasa sangat bersalah…. “

Aku pusing melihatnya mondar-madir di depanku persis seperti domba mau kawin *ehhh apa hubungannya ### *

“stop … mondar-mandir di depanku “ seruku .

“ayo kasih pendapat kamu tentang ini …. apakah aku harus datang?” ucapnya setengah memaksa.

menurutku .. tidak ada salahnya kamu datang … masalah di sana kan belum terjadi tidak ada hal yang harus kamu takutkan… masih ingat kata Arai `tidak ada yang dapat mendahului nasib’ nah kamu lakukan sekarang denagn ketakutan kamu yang berlebihan itu sudah mendahului nasib sis, berpikir positif saja ok? “ nasehat yang akhirnya bisa aku selesaikan dengan susah payah.

“arasso..” (aku tau – korea)

Apa ??? hanya itu yang dia ucapkan “arasso..” ckckckk

Wajahnya masih mencerminkan kegalauan … aku bingung dengan kepribadian orang di hadapanku dia bisa sangat tidak percaya diri jika di hadapkan dengan orang banyak. Mungkin Glossophobia yang ia derita belum sepenuhnya sembuh … terkadang aku sedih melihantnya harus selalu ketakutan melihat kerumunan orang, mencari jalan lain untuk menghindarinya… dan mati-matian menolak ajakan teman-temannya untuk bertemu.

Tapi apa dayaku? Aku hanya bayangannya …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar