Minggu, 26 Agustus 2012

MAMA #Notes




MAMA bagiku adalah IBU sapaan akrab yang sematkan padanya dari kukecil. Ibuku seorang guru SD di kampungku, maka dari itu disiplin yang diterapkannya pun terbilang ketat. Tapi tetap saja aku sebagai seorang anak punya banyak kelihaian dalam hal kenakalan. Sampai usiaku 13 tahun kami masih tinggal bersama, tetapi setelah usiaku menginjak 13 tahun aku harus memasuki sekolah berasrama Full day and boarding school yang pulangnya hanya sebulan sekali itupun hanya satu hari L. Bagi anak seusiaku memang sangat berat untuk hidup jauh dari orang tua, begitupun denganku tak jauh berbeda. Walau mulutku tak pernah mengatakan bahwa aku sedih, air mataku runtuh juga tepatnya setelah hari ketiga aku di asrama, terisak-isak mengingat keluarga di rumah terutama ibuku, setiap kali aku menunggu telepon dari rumah (yang hanya terjadi bila aku ingatkan sebelumnnya L) aku akan berlari-lari ke ruang pembina dan mengangkatnya and last.. what happen ? air mataku kembali membayang di pelupuk mata setiap mendengar suara ibu, entah apa yang membuatku menangis ... aku pun tak tau, mungkin itu semua adalah akumulasi kerinduanku yang tak pernah mampu untuk kuucapkan “IBU aku merindukanmu, aku merindukan pelukan hangatmu ketika tertidur, merindukan masakanmu setiap pagi tanpa sayuran yang tak kusukai, aku rindu saat kau menjemputku di kala hujan ketika aku pulang mengaji” itu yang ada dalam kepalaku ketika suara serak itu terdengar diseberang telepon. Setiap anak punya sisi manjanya masing-masing, jika aku memang tak pernah menunjukkan dengan jelas sisi kemanjaanku hanya selalu samar-samar dan itu tak berhasil bagi sebagian orang. Aku kadang pernah berpikir kenapa orang tuaku memasukkanku ke sekolah berasrama? Apakah mereka tak menyanyangiku? ... hal-hal seperti itu pernah ada di pikiranku seperti Ishaan di film “Tere Zameen Par” *recomend. Tapi akhirnya aku tau berpisah bukan berarti tak sayang, hanya ingin menjadi lebih baik kedepannya, untuk masa depanku.

Senin, 20 Agustus 2012

Kataku Untukmu #memoar


 Setiap katamu mengandung sihir

Setiap kalimatmu mengandung racun

Setiap paragrafmu menyimpan sejuta rasa yang terpendam

Kau menulis dengan tangan hatimu, dengan tinta pikiranmu, dan dengan kertas pandanganmu

Tulisanmu terpendar di kegelapan hatiku bagai gerimis sore

Paragraf-paragraf itu tercetak di setiap neuron-neuron otakku, di kegelapan lorong-lorongnya

Ceritamu memberi tawa sesaat bagi lukaku, untuk keegoisan jiwaku

Kisahmu  inspirasi untuk setiap tindakku, untuk setiap ragu yang kudapat

Perjuanganmu canda di setiap kata sepiku

Tangis di setiap kalimat tawaku

Setiap aku kembali dengan kisahmu aku justru semakin terkagum
Tahukah kau kal?

Kau ceritaku,

 kisah hidupku,

 nafas kegilaanku, 

dan dengkuran segala kekonyolanku

Obsesimu mengalir di aliran darah khayalanku



 Untukmu ... kawan sepi dan tawaku 



Minggu, 19 Agustus 2012

Kamis yang galau #Notes


Dia datang kembali dengan langkah gontainya… aku tau ada sesuatu yang terjadi, dia selalu berwajah seperti itu jika punya masalah.

“ada apa lagi?” aku bertanya dengan wajah masam.

“tidak ada apa-apa, kenapa kamu mengira aku datang hanya untuk mengadu tentang masalahku?” ucapnya dengan senyum canggung.

“memangnya apa lagi kalau bukan itu, kalau bukan karna kamu yang selalu bimbang dan mendatangiku untuk mendukung setiap keputusanmu” pasti saat ini senyum sinis yang dia terima dariku …

“tidak seperti itu, aku hanya datang untuk bercerita memang sedikit banyak menyangkut kehidupan aku … tapi kalau bukan kepadamu aku bisa bercerita ke siapa? Kamu tau sendiri kan … aku hanya bisa berbicara tentang ini just only with u, “ kepalanya semakin menunduk dengan lesunya.

“kamu mulai lagi mengoceh tentang itu, aku tau bahwa kamu selalu menyimpan semua ceritamu sendiri, selalu menjaga jarak kalau tentang pribadimu… aku tau itu. daripada kamu tertekan sendiri, ayo ceritakanlah apa yang membuat kamu pusing dan bingung..” Siapapun yang melihat ekspresinya saat ini pasti setuju denganku bahwa dia perlu pertolongan… hmmm, akhirnya aku mengiyakan permintaannya untuk jadi pendengar setia.

“ besok aku kembali diminta datang, apakah aku harus datang? Tapi aku takut… sepertinya aku akan sendiri, nanti bagaimana kalau aku Cuma jadi kambing conge…. haduhhhhhh….. itu yang paling aku takutin …tapi kalau tidak aku akan merasa sangat bersalah…. “

Aku pusing melihatnya mondar-madir di depanku persis seperti domba mau kawin *ehhh apa hubungannya ### *

“stop … mondar-mandir di depanku “ seruku .

“ayo kasih pendapat kamu tentang ini …. apakah aku harus datang?” ucapnya setengah memaksa.

menurutku .. tidak ada salahnya kamu datang … masalah di sana kan belum terjadi tidak ada hal yang harus kamu takutkan… masih ingat kata Arai `tidak ada yang dapat mendahului nasib’ nah kamu lakukan sekarang denagn ketakutan kamu yang berlebihan itu sudah mendahului nasib sis, berpikir positif saja ok? “ nasehat yang akhirnya bisa aku selesaikan dengan susah payah.

“arasso..” (aku tau – korea)

Apa ??? hanya itu yang dia ucapkan “arasso..” ckckckk

Wajahnya masih mencerminkan kegalauan … aku bingung dengan kepribadian orang di hadapanku dia bisa sangat tidak percaya diri jika di hadapkan dengan orang banyak. Mungkin Glossophobia yang ia derita belum sepenuhnya sembuh … terkadang aku sedih melihantnya harus selalu ketakutan melihat kerumunan orang, mencari jalan lain untuk menghindarinya… dan mati-matian menolak ajakan teman-temannya untuk bertemu.

Tapi apa dayaku? Aku hanya bayangannya …

Sabtu, 18 Agustus 2012

Si malang di balik cermin - #Notes


” Bodoh

Egois

Pecundang

Pengecut”

Umpatku padanya … 

dia hanya mencibir dan berkelit…

“maaf untuk itu aku tidak tahu mengapa aku melakukannya… itu hanya terjadi begitu saja” ucapnya dengan polos dan mata terpejam.

“Kau selalu seperti ini, menghindari kenyataan. bagaimana kamu menghadapi hidupmu di masa depan? aku tak yakin kau bisa bertahan dengan rasa bersalahmu” cecarku dengan emosi.

Dia hanya mematung di depanku, diam dan merenung. Aku berada disampingnya hampir sepanjang hidupku, aku tau sifatnya bahkan setiap raut emosi wajahnya begitulah aku mengenalnya. selama ini aku khawatir dengan hidupnya yang kadang seperti bukan miliknya, hanya menuruti setiap kata orang lain tapi masih takut menghadapi orang lain yang mencibirnya.

“hey, mengapa kamu begitu memikirkan apa kata orang? datanglah dan lihat apa yang akan mereka perbuat padamu? apa kau akan diabaikan, dicibir, atau apapun yang kau kira… bahkan kau tidak mencobanya!!!!!! aku membenci sifat kekanakanmu itu”.

Aku bergeming didepannya, rasanya ingin kucakar wajah itu, ingin kuguncang bahunya tapi itu sia-sia pada akhirnya aku yang juga sakit. 

“aku tahu bahwa keputusanku akan membuat orang lain marah dan membenciku tapi aku merasa itu akan baik saja , di masa lalu aku selalu dikecewakan oleh orang lain tapi aku tak pernah menyela mereka tak pernah mempertanyakan hanya berkata “tak apa” dan itu terjadi tidak hanya sekali pada akhirnya semua akan kembali baik-baik saja, kenapa aku tak boleh membuat keputusan itu sedang orang lain dengan mudah melakukannya?” keningnya berkerut dan matanya tajam menatapku mempertanyakan keegoisan orang lain.

Dia selalu menang kalau berdebat soal ini. Aku tahu dia selalu ketakutan menemui orang lain yang sudah ia kecewakan, bahkan tanpa sebab yang jelas selalu ia hindari. Hari ini rencana orang lain sudah digagalkannya, bagaimana aku menanggungnya? bagaimana aku menangani kekacauan yang ditimbulkannya?. Aku memberanikan diri membuat sebuah rencana dengan teman-temannya agar dia bisa menjalani hidup yang baik, kegiatan sosial bisa jadi solusi untuk karakternya yang agak tertutup. Tapi tiba-tiba ia datang dengan sebuah masalah, ketakutannya, panic disordernya kambuh, tiba-tiba ia berkata “aku tidak bisa” dan berdiri di depanku untuk kesekian kalinya dan mengeluh. 

Kuturunkan nada suaraku dan berkata : “Kau tau orang lain mungkin akan membencimu, mengatakan bahwa kau orang yang plin-plan tak punya visi hidup jika kau bersikap seperti ini terus” 

“aku tau, akupun muak dengan diriku” ucapnya dengan suara bergetar…
dia muak denganku?…. ” pikirku dalam hati.

Aku hanya takut jika orang lain mengabaikanku … 
aku berlalu meninggalkannya dalam diriku.






Kamis, 16 Agustus 2012

Sebuah Nasionalisme -aku Dan Indonesia

17 AGUSTUS 1945

Hampir keseluruhan warga negara Indonesia pasti tau tanggal bersejarah ini, yaps ... kemerdekaan Republik Indonesia -Negeri kebanggaanku . 
Walau pada milenium ini peperangan sudah tak dapat kita saksikan, hanya bisa memperingatinya sebagai hari nasional Indonesia, hari libur nasional. Berbicara soal kemerdekaan tak lengkap jika tak menyentuh ranah nasionalisme, nasionalisme itu bagi kalian apa kawan? 
apakah dengan mengadakan upacara bendera setiap hari Senin, Upacara setiap tgl 17 Agustus atau dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia -Indonesia Raya- apakah itu sikap nasionalisme sewajarnya?. 
kalau memang itu patokannya, aku mungkin bukan termasuk nasionalis :). Kalau boleh aku bercerita sedikit, mengakui sebuah rahasia kecilku, aku sebenarnya tak pernah melaksanakan upacara bendera....- kalaupun pernah itu hanya sekali entah dua kali...

Memang mengherankan tapi itulah kenyataannya, bukan karna aku tak pernah menyentuh bangku sekolah... bukan ... hanya dari awal aku menginjakkan kaki ke ranah dunia ilmu dalam wujud yang bernama sekolah aku tak pernah diajarkan untuk itu -Upacara Bendera- miris mungkin bagiku, ketika pertama kali aku melihat bendera merah putih naik ke awan dengan khidmat semua menyanyikan Indonesia Raya rasanya dada sesak , haru menyeruak, entah apa itu mungkin sebuah perasaan memiliki, memiliki sebuah negara.

Nasiolisme memang kadang tak pernah berhenti hanya pada itu tapi mungkin sesuatu seperti upacara bendera atau menyenandungkan lagu Indonesia raya itu adalah sebuah pelengkap. Tapi keduanya tak aku alami atau aku kuasai, pun dengan lagu Indonesia raya kalau disuruh menyanyikannya pasti yang terdengar dari mulutku patah kata - demi patah kata yang tidak memenuhi kriteria BISA. Tapi bagiku tanpa itu semua aku tetap Indonesia sampai ke tulang-tulangku aku berdarah Indonesia tanpa secuil pun bantahan. Problematika yang kuhadapi mungkin tidak aku saja yang mengalaminya, mungkin di sudut Indonesia sana ada yang dengan mati-matian memperjuangkan Indonesia tanpa pernah bisa menyanyikan Indonesia Raya, semua itu mungkin terjadi :). Karna bagiku kebangsaanku nasionalisme Indonesia ada dalam hati .. hanya itu. 

17-08-2012 
DIRGAHAYU INDONESIA

Sabtu, 11 Agustus 2012

Tanpa nama, Tanpa cerita


Apakah dengan membalas dendam akan membuatnya  nyaman dan damai?

Apakah setelah itu terbalaskan akan menjadikannya orang yang berbeda ?

Benarkah?

Setelah yang dia lalui, apakah dunia akan menjadi tempat yang ramah bagi orang sepertinya ... ?

Yang telah mengalami masa-masa suram tapi selalu ia kenang dengan berbinar, dengan senyum mengulum... tak adil bahkan ia tidak menyadari bahwa ia dibodohi

klise

Rabu, 01 Agustus 2012

[Review] OJAKGYO BROTHER



Judul: 오작교 형제 / Ojakgyo Hyungjedeul / Ojakgyo Brothers
Chinese Judul:
鹊桥 兄弟
Juga dikenal sebagai: The Brothers of the Ojakgyo / The Brothers of the Bridge of Crows and Magpies
Sebelumnya dikenal sebagai:
황금연못 / Golden Pond
Genre: Keluarga, asmara
Episode: 58
Broadcast Network: KBS2
Broadcast periode: 2011-Agustus-06
Holla reader J, i’ll back he he he ... dengan sebuah review drama .
Drama satu ini baru selesai ane tonton, recommend banget buat kalian yang lagi nyari drama pengisi liburan ... atau ga sekedar mengisi waktu luang J.